Cat marka jalan berbahan khusus yang mampu berpendar atau menyala di tengah kegelapan malam mulai diaplikasikan secara luas pada lintasan berbelok di kawasan Jakarta. Inovasi lapisan jalan ini bertujuan utama untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan saat berkendara dalam kondisi penerangan yang minim atau cuaca buruk. Pantulan cahaya yang terang dari garis penanda jalan ini memberikan panduan visual yang sangat jelas bagi pengemudi untuk mengantisipasi kelokan tajam dari jarak jauh.
Penerapan material pantul cahaya berteknologi tinggi ini sangat efektif mengurangi risiko kecelakaan fatal seperti kendaraan melenceng keluar jalur atau bertabrakan dari arah berlawanan di tikungan berbahaya. Saat sorot lampu kendaraan mengenai permukaan garis penanda tersebut, bahan khusus di dalamnya akan memantulkan kembali cahaya dengan sangat kuat. Pengemudi dapat melihat kontur pembatas jalan dengan jelas sehingga dapat menyesuaikan laju kecepatan kendaraan serta menjaga posisi mobil secara tepat.
Penggunaan aplikasi cat marka berpendar ini difokuskan pada area-area rawan kecelakaan, seperti jalan melingkar flyover, tikungan arteri padat, serta kawasan yang sering tertutup kabut tebal atau hujan deras. Ketahanan material ini terhadap gesekan ban kendaraan dan paparan cuaca ekstrem jauh lebih unggul dibandingkan dengan bahan konvensional. Hal ini menjadikan biaya perawatan jalan dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi kualitas visual penanda jalan sedikit pun.
Selain meningkatkan faktor keselamatan berkendara pada malam hari, keberadaan garis pembatas jalan yang terlihat jelas ini turut mendukung kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan. Pengemudi tidak perlu lagi ragu-ragu atau mendadak mengerem saat mendekati belokan tajam karena marka panduan dapat terlihat dari jarak aman. Alur lalu lintas di sepanjang koridor utama Jakarta pun dapat mengalir secara lebih teratur, aman, dan efisien sepanjang waktu.
Dinas Perhubungan terus berkomitmen meluaskan penggunaan cat marka berpendar ini ke seluruh penjuru jalur rawan kecelakaan di wilayah DKI Jakarta. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan daya pendar material tetap optimal dan tidak pudar oleh lumpur atau debu jalanan. Melalui pemanfaatan teknologi infrastruktur jalan yang memadai, keselamatan nyawa setiap pengguna jalan dapat lebih terjamin saat melintas di jalanan ibu kota.